Satpol PP Kab. Karanganyar Razia Rokok Ilegal

Sebagaimana disebutkan di dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, Pasal 66A ayat (1) : “Penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang dibuat di Indonesia dibagikan kepada provinsi penghasil cukai hasil tembakau sebesar 2% (dua persen) yang digunakan untuk mendanai peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan/atau pemberantasan barang kena cukai ilegal”.

Sebagai bentuk peran serta Satpol PP Kabupaten Karanganyar dalam hal membantu pemerintah melaksanakan fungsi pemberantasan barang kena cukai illegal maka dilaksanakan kegiatan operasi penertiban peredaran cukai rokok palsu/ illegal.

Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menekan berbagai macam pelanggaran cukai, diantaranya : Rokok dengan pita cukai palsu/ilegal, Rokok tanpa disertai pita cukai (Rokok Bodong), Cukai yang salah pemasangannya, dan Pemasangan kembali cukai rokok bekas.

Setiap Operasi Penertiban Peredaran Cukai Rokok Palsu, Satpol PP Kabupaten Karanganyar selalu menggandeng petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Surakarta selaku instansi yang berwenang melakukan penindakan terhadap pelanggaran bea dan cukai.

Operasi Penertiban Rokok tanpa pita cukai kali ini dipimpin langsung oleh Bapak Joko Nugroho, S.H., M.H. selaku Kepala Penegakan Peraturan Daerah pada Satpol PP kabupaten Karanganyar. Sasaran operasi ini menjurus ke ujung selatan Kabupaten Karanganyar, yaitu Kecamatan Jatiyoso yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Jumapolo yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

Sebelum petugas dari Satpol PP dan Bea Cukai menuju ke lokasi tersebut, sudah terlebih dahulu Tim Intelijen dari Satpol PP melakukan pengecekan ke lokasi-lokasi yang diduga terdapat peredaran dari Rokok tanpa pita cukai ini. Setelah diketahui titik lokasi, petugas Satpol PP dan Bea Cukai kemudian bergerak dan mendatangi ke titik lokasi-lokasi tersebut.

Memang benar adanya, di sejumlah titik-titik warung/ kios kampung didapati menjual Rokok tanpa pita cukai. Ditemukan 7 (tujuh) merk Rokok tanpa disertai pita cukai (Rokok Bodong). Petugas Satpol PP memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada setiap pemilik kios/toko/warung agar tidak menjual rokok yang tidak disertai pita cukai/illegal, karena hal tersebut dapat merugikan pemerintah di sektor penerimaan pajak. Sedangkan temuan pelanggaran yang berupa Rokok Bodong ini ditarik semuanya dari peredaran dan  diamankan oleh petugas dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Surakarta.

Kegiatan operasi penertiban cukai rokok palsu/illegal ini akan terus dilakukan, hal ini untuk menekan peredaran rokok tanpa pita cukai yang dapat merugikan penerimaan negara dari sektor pajak. ( DANA MIFTA )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates